Indonesia’s Fastest Mobile Network 2015?

speedMenurut Speedtest Indosat adalah operator selular dengan jaringan data paling cepat di Indonesia pada tahun 2015. Ada lima operator yang dibandingkan, termasuk operator non-GSM. (lihat Gambar 1). Dari Gambar 1, Indosat memiliki kecepatan rata-rata downlink tertinggi yaitu 21.54 mega byte per detik, meskipun kecepatan rata-rata uplink-nya (9.43 Mbps) kalah dibandingkan XL (11.23 Mbps). Pada nomor bontot ada Smartfren dengan kecepatan rata-rata downlink 11.13 Mbps.

Tidak ada data tambahan yang ditampilkan untuk mendukung klaim tersebut, selain nilai rata-rata (arithmetic mean) kecepatan akses data. Padahal untuk menguji apakah berbedaan mean tersebut signifikan (secara statistik) atau hanya peristiwa acak semata harus dilakukan analisa terhadap variance sampel.

Nilai mean hanya menunjukkan nilai tengah dari suatu distribusi sample. Variance menunjukkan bagaimana lebar dari distribusi tersebut. Bisa jadi distribusi sampel mereka tumpang tindih karena punya variance yang lebar, yang menunjukkan perbedaan mean pada distribusi tersebut bersifat independen, acak, dan bukan karena faktor keunggulan jaringan operator tertentu.

revised

Gambar 1: Throughput data Operator Indonesia versi Speedtest

Dengan kata lain, membandingkan nilai mean belaka dari lima operator ini hanya menunjukkan siapa yang terbaik pada satu waktu tertentu saja. Jika sampling dilakukan lagi, bisa saja terjadi perubahan ranking. Namun jika perbedaan mean ini signifikan, karena bukan suatu kejadian acak, maka jika dilakukan sampling berulang-ulang operator terbaik memiliki peluang besar untuk selalu teratas. Margin of error yang biasa digunakan adalah 5%, atau confidence interval 95%: yakni, perbedaan mean antar operator ini dianggap signifikan jika melebihi +/- 2 kali (95%) standar error dari distribusi sampel. Standar error adalah standard deviasi untuk sampling, yang mana adalah akar kuadrat dari variance.

Tentu saja kita tak perlu melakukan sampling berulang-ulang untuk membuktikan hal ini. Dibutuhkan sumberdaya yang besar, waktu dan uang,  sehingga tidak praktis untuk menakar populasi. Ilmunya sudah ada melalui statistik inferensial yang mana butuh data variance dari sampel. Untuk menguji apakah nilai mean dari dua populasi (atau operator) siginifikan kita bisa menggunakan t-Test. Dalam kasus kita, karena ada lima operator yang dibandingkan, uji statistik yang bisa kita gunakan adalah Anova, atau Analysis of Variance.

Jika uji sampel telah kita lakukan dengan benar baru kita bisa melakukan inferensi terhadap populasi secara umum (inductive reasoning). Jika kita bicara pada tingkat operator (seperti yang dilakukan speedtest) maka kita sudah bicara pada tingkat populasi, meskipun data yang kita miliki adalah data sampel.

Jadi tanpa data variance kita tidak bisa mengambil kesimpulan siapa yang tercepat pada tingkat populasi. Tanpanya, perbedaan mean antar operator belum teruji secara statistik, dan at best, hanya pada tingkat sampel saja.

Kualitas sampling

Faktor lain yang penting untuk dilihat selain metode analisa data yang digunakan adalah kualitas sampling. Sampel yang benar adalah sampel yang diperoleh secara acak dan mewakili karakteristik populasi.

Dalam kasus kita populasi adalah data dari semua pelanggan 24 jam terus menerus di semua titik coverage. Mustahil untuk dilakukan karena:

  1. Tidak semua pelanggan memiliki app Speedtest. Hanya segmen pelanggan tertentu yang memilikinya, oleh karena itu terjadi bias pada sampel.
  2. Tidak semua pelanggan yang memiliki app narasumber melakukan pengukuran data speed setiap saat. Bahkan diantara pelanggan yang memiliki app tidak semua melakukan tes setiap waktu. Ini penting, sebab data speed adalah sumberdaya yang dipakai bersama-sama yang bisa berubah-ubah tergantung faktor seperti, jam sibuk, promosi dan kebijakan tarif operator pada jam-jam tertentu.
  3. Bagaimana data pada setiap titik coverage diambil?

Oleh karena itu kita sangat membutuhkan statistik untuk membantu kita menarik kesimpulan mengenai parameter populasi hanya dengan berdasarkan data sampel.

(Arithmetic) mean bukanlah statistik; ia hanya perwakilan nilai tengah dari sebuah dataset yang hanya benar dalam 80% kasus. Dan bicara nilai rata-rata, paling tidak ada empat indikator nilai rata-rata lain seperti median, mode, geometric mean dan harmonic mean.

Nilai arithmetic mean misalnya sangat dipengaruhi oleh data ekstrem (outlier), tidak seperti nilai median. Jika para pelanggan di daerah padat (dengan demikian kemungkinan besar kecepatan internet lebih rendah) yang paling aktif melakukan pengukuran (dengan demikian memiliki peluang sebagai menyumbang data sampel terbanyak) maka ini secara drastis mempengaruhi nilai mean.

Selain itu coverage antar operator tidak simetris sehingga cukup menantang untuk mengambil sampel yang apple-to-apple, pada lokasi yang sama pada jam yang sama. Semua hal ini turut mempengaruhi kualitas sampling sehingga harus dipertimbangkan saat membaca data dari pihak ketiga.

Jika saya belum sependapat dengan kesimpulan speedtest bukan karena saya tidak terima perusahaan saya bukan yang tercepat. Suatu saat mungkin perusahaan saya menjadi yang terbaik versi narasumber yang sama dan akan akan dikutip sebagai “bukti” kepada media dan pelanggan; saya tidak tahu. Saya mau meluruskan masalahnya sehingga data yang disediakan pihak ketiga bisa dengan benar dirujuk.

*****

 

 

0 Responses to “Indonesia’s Fastest Mobile Network 2015?”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Author

Julitra Anaada:

Born and grew up in Talaud Islands, the northernmost, and one of the remotest, parts of Indonesia.

He earns living in Jakarta, the capital.

All posts are his own work, unless stated otherwise. For non-fictional piece, the opinions are strictly personal views.

He can be reached at julitra dot anaada at gmail.com.

Tweets

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 23 other followers


%d bloggers like this: