Bodoh Sekali Patah Hati Dengan Orang yang Tidak Mencintai Kita

Dia bilang, I’m heart broken, Bro. Aku mau ketawa. Mungkin sudah tertawa. Akhirnya kamu bisa jatuh cinta juga, pikirku.

“Enggak salah?” aku tanya.

“Serius, Bro.”

“Siapa?” aku tanya. Dia sebut nama, seorang wanita. Aku menggoyang kepala, tak kenal.

“Apa yang harus aku lakukan Bro?”

Forget it,” kataku, harusnya aku bilang, “forget her.” “Itu adalah hal terbodoh yang akan kamu lakukan!”

Dia bisa menuduh aku kejam, silahkan. Dulu, dulu sekali, aku selalu datang kepadanya kalau broken hearted. Bukan hanya sekali aku datang padanya. Bukan hanya dua kali. Tapi sekarang aku tak balas budi, tak mau menghibur dia. Mungkin dia pikir begitu: jahat sekali sobat satu ini!

Aku bisa bersimpati jika dia patah hati karena putus pacaran. Tapi dia mencintai seseorang yang belum aku kenal? Get real!

Setelah aku punya istri, dan seorang putri, aku sadar bodoh sekali untuk patah hati kepada seseorang yang tidak mencintai kita. Buang-buang waktu, sia-sia seperti bertepuk hanya dengan satu tangan.

Berapa lama hidupku terhenti ketika itu, jatuh karena asmara salah sasaran?

“Sori, Bro,” aku bilang dan langsung menutup pembicaraan. Aku sudah tidak punya kata buat mereka yang bersedih karena cinta yang tak berbalas. Semoga temanku sadar: dunia tidak akan berakhir karena seseorang tidak menyukaimu.

Ternyata aku tidak sendiri punya pandangan seperti ini. Beberapa hari setelah peristiwa itu aku membaca kisah menarik.

Syahdan, ada seorang pria jatuh cinta pada seorang wanita. Namun sang gadis tak menanggapi cinta tulus sang pria.

Si pria tidak sedih karena cintanya bertepuk sebelah tangan. Teman-temannya heran dan bertanya kenapa bisa begitu. Apakah ia memang mencintai gadis ini?

“Jika kamu benar-benar mencintai seorang perempuan, kamu akan kecewa jika cintamu ditolak!” kata mereka.

“Kenapa aku harus kecewa dan bersedih?” kata pria ini, “Aku kehilangan seseorang yang tidak akan pernah mencintai saya, tapi dia kehilangan seseorang yang mau mencintainya dengan tulus.”

*****
(Malang, 22 Februari 2013).

1 Response to “Bodoh Sekali Patah Hati Dengan Orang yang Tidak Mencintai Kita”



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Author

Julitra Anaada:

Born and grew up in Talaud Islands, the northernmost, and one of the remotest, parts of Indonesia.

He earns living in Jakarta, the capital.

All posts are his own work, unless stated otherwise. For non-fictional piece, the opinions are strictly personal views.

He can be reached at julitra dot anaada at gmail.com.

Tweets

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 23 other followers


%d bloggers like this: