Solusi Traffic Blocking Jaringan 2G

Pendapatan Operator masih sangat bergantung pada layanan suara, khususnya jaringan legacy 2G. Lahan Bisnis Baru yang ditawarkan layanan data melalui jaringan 3G/HSDPA ternyata tidak sesubur yang dibayangkan, malah sangat boros modal serta biaya perawatan.

Jadi masih sangat relevan, setidaknya lima tahun kedepan, untuk memaksimalkan keranjang duit jaringan GSM, sebelum di-phase out-kan karena tuntutan evolusi teknologi.

Satu hal yang bisa dilakukan Operator untuk memaksimalkan pendapatan melalui penanganan masalah Traffic blocking.

Traffic blocking merupakan potensi revenue Operator yang lepas dari tangan karena ketidaktersediaan sumberdaya jaringan. Solusi yang sering dilakukan adalah dengan menambah kapasitas trafik dengan upgrade TRX atau membangun site baru (split cell). Tapi sebenarnya, masih ada beberapa solusi hemat lain tanpa harus upgrade TRX, atau split cell. Selain itu, untuk alasan strategis Operator sudah harus mengurangi gelar jaringan 2G.

Solusi yang ditawarkan bisa berupa (1) solusi kapasitas dan (2) solusi coverage. Kedua solusi diimplementasi secara hardware atau software. Solusi kapasitas langsung menyediakan sumberdaya yang dibutuhkan. Solusi coverage, mengurangi blocking melalui pendistribusian trafik ke BTS-BTS lain dengan menyesuaikan fisik antena (hardware) atau database coverage parameter (software). Kedua solusi ini masih bisa diurutkan berdasarkan aspek biaya implementasi.

Solusi Kapasitas

Solusi kapasitas yang bisa dilakukan menurut prioritas biaya sebagai berikut: (1) aktivasi half-rate, (2) rekonfigurasi time slot TRX, jika time slot trafik dibawah standar, (3) aktivasi Vamos, (4) upgrade TRX, (5) kolokasi dan akhirnya (6) split cell.

Half-rate menggandakan kapasitas dengan menurunkan kualitas. Rekonfigurasi time slot TRX akan menambah time slot penyedia trafik dengan mengurangi time slot kanal kontrol (SDCCH) dan kanal data (PDCH), jika memungkinkan. Aktivasi Vamos akan menambah ketersediaan time slot trafik pada cell-cell yang sudah half-rate.  Semua solusi ini dilakukan secara software dengan mengaktifkan lisensi dan parameter database. Upgrade TRX hanya bisa dilakukan jika solusi secara software sudah diimplementasi. Kolokasi, yaitu membangun BTS baru dengan band atau teknologi berbeda, pada lokasi yang sama, dilakukan jika site eksisting tidak bisa lagi upgrade TRX karena sudah mencapai konfigurasi maksimal. Split cell dilakukan jika BTS yang bersangkutan sudah mencapai konfigurasi TRX maksimum dan sudah terpasang site kolokasi dengan band atau teknologi berbeda.

Solusi Coverage

Solusi coverage lebih optimum dilakukan pada site-site yang sudah kolokasi dengan teknologi sama (GSM/DCS). Implementasi solusi coverage berdasarkan prioritas biaya adalah sebagai berikut: (1) optimalisasi parameter layering; (2) optimalisasi parameter fisik antena; (3) implementasi high gain antenna atau mengadopsi feederless remote radio unit (RRU); implementasi multi-carrier power amplifier (MCPA) atau gabungan antara high gain antena dan feederless RRU.

Parameter layering bisa diatur sehingga BTS dengan spektrum yang lebih lebar bisa agresif menyerap trafik. Persentase trafik pada masing-masing band ditentukan berdasarkan rasio konfigurasi TRX maksimum sesuai spektrum masing-masing band. Jadi, jika pada site kolokasi terjadi blocking pada BTS dengan bandwidth spektrum yang lebih kecil sementara BTS dengan bandwidth spektrum yang besar masih kosong, parameter bisa direkonfigurasi sehingga BTS yang tidak mengalami blocking menjadi lebih agresif menarik trafik, dengan demikian blocking turun atau bahkan hilang.

Optimalisasi parameter fisik antena dilakukan dengan menyesuaikan kembali posisi tinggi, azimuth dan tilting antena yang sangat berpengaruh pada luas coverage. BTS-BTS dengan parameter fisik antena yang terlalu ekstrem, yang tentunya tidak sesuai standar, menyebabkan penyerapan trafik yang berlebihan yang berujung blocking, dan atau sebaliknya membuat utilisasi TRX sangat rendah. Dengan menyesuaikan antena, trafik bisa terdistribusi sehingga blocking bisa turun atau hilang sama sekali.

High gain antena bisa memperluas coverage karena gain yang lebih tinggi dibanding dengan antena biasa, sekitar 3 dB. High gain antena disarankan dipasang pada site-site DCS yang kolokasi dengan site-site GSM. Karena panjang gelombang frekuensi DCS lebih pendek dibanding panjang gelombang GSM maka coverage DCS lebih kecil dibanding GSM sehingga coverage site kolokasi GSM/DCS akan menyebabkan fenomena “telor mata sapi”. High gain antena pada site DCS akan memperkecil perbedaan coverage ini sehingga trafik bisa lebih banyak lagi diserap, dan jika sebelumnya terjadi blocking pada site GSM, kemungkinan blocking-nya akan turun karena sudah diserap site DCS. Site-site yang menggunakan feederless RRU akan mendapatkan gain hampir sama dengan high-gain antena karena feeder dan combiner losses sudah tidak ada lagi.

Dengan demikian, solusi untuk masalah blocking tidak hanya kolokasi atau split cell tetapi tersedia juga banyak solusi hemat biaya sebagaimana dipaparkan di atas.

*****

0 Responses to “Solusi Traffic Blocking Jaringan 2G”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Author

Julitra Anaada:

Born and grew up in Talaud Islands, the northernmost, and one of the remotest, parts of Indonesia.

He earns living in Jakarta, the capital.

All posts are his own work, unless stated otherwise. For non-fictional piece, the opinions are strictly personal views.

He can be reached at julitra dot anaada at gmail.com.

Tweets

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 23 other followers


%d bloggers like this: