Bermimpilah Kau!

Si pria 165 cm; tapi si perempuan 172 cm, tanpa sepatu hak. Mereka berdiri di trotoar, yang duduk rendah sepanjang Jalan Sudirman. Di belakang mereka, tegak gedung-gedung menantang langit.

Senja telah menyimpan matahari. Malam kini bercahaya dengan lampu gedung, dan kendaraan-kendaraan yang mengeluh di jalanan macet padat.  

Jakarta, juga, baru selesai mandi gerimis. Hujan barangkali bakal mampir lagi. Ada genangan air tak jauh dari tempat mereka berdiri. Temperatur jatuh dan daun-daun menari; angin mulai berhembus. Si pria melihat jaket jeans yang dikenakan si perempuan. Si perempuan melihat backpack  yang bergantung bebas di pundak si pria. Mereka mendekatkan diri, akhirnya bergandengan tangan.

“Dingin,” kata si perempuan, melepaskan diri kemudian merangkul tubuhnya sendiri.

Si pria mengutuk angin yang tak tahu diri. Ia segera menempelkan tubuhnya ke pundak si perempuan. “Biar kamu tidak dingin lagi,” katanya. “Terimalah kehangatan diriku.”

Gombal Boy!” Si perempuan mengerling dengan mata penuh bunga.

“Seandainya kita bisa berpelukan, biar hangat, ” kata si pria. “Tapi ini bukan Australia, yah?”

“He..he..he..” si perempuan tertawa. “Asyik juga yah kalau punya cowok tinggi,” katanya kemudian, “biar enggak kena angin.”

“Bermimpilah kau,” kata si pria pelan, spontan meniru cakap Batak.

“Sejak kapan Sayangku jadi orang Batak? He..he..he..” si perempuan, yang bukan orang Batak, tertawa lagi.

*****

3 Responses to “Bermimpilah Kau!”


  1. 1 blognyayulianto June 16, 2010 at 5:32 pm

    Siip..mantap nih k’, aku langsung dikasih contoh kalimat ungkapan segar disini.

    Singkat, padat, jelas, dan menarik. Hidup banget percakapannya.
    Sampe langsung ada yang ngajak kenalan gitu…hehehe.

    • 2 julitra June 16, 2010 at 5:39 pm

      Terus terang aku masih bereksperimen dengan ungkapan-ungkapan baru, metafora dan simil.

      “Trotoar yang duduk rendah”, “Gedung-gedung menantang langit”, “Senja menyimpan matahari”, dsb. Harus hati-hati, banyak jebakan. Nanti berlebihan, atau tidak cocok. Yah begitulah cara belajar.

  2. 3 zoel lly? June 16, 2010 at 1:05 pm

    boleh kenalan, bang?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Author

Julitra Anaada:

Born and grew up in Talaud Islands, the northernmost, and one of the remotest, parts of Indonesia.

He earns living in Jakarta, the capital.

All posts are his own work, unless stated otherwise. For non-fictional piece, the opinions are strictly personal views.

He can be reached at julitra dot anaada at gmail.com.

Tweets

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 23 other followers


%d bloggers like this: