Perempuan Kenangan 6

Seperti komitmen awal mereka, sebenarnya Rury yang menyatakan itu mula-mula, mengapa meneruskan hubungan jika cinta tak lagi hadir? Maka ketika Ayu membuat keputusan, senang tidak senang, ia harus terima. Meski keputusan itu disingkapkan dengan cara yang paling menyakitkan.

Mengapa sulit menerima kenyataan? Mengapa ia terjebak dalam murka karyanya sendiri? Rury sadar kini, setelah jatuh ia tak mesti tertimpa tangga pula. Untuk ini ia butuh maaf. Maaf untuk dirinya sendiri. Maaf bagi Ayu. Juga, yang paling penting, maaf dari Ayu karena mereka seharusnya berpisah baik-baik.

Berapa banyak waktu hilang sejak ia melempar cincin tunangan mereka? Sialan, dendam adalah perampok waktu, pikirnya.

0 Responses to “Perempuan Kenangan 6”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Author

Julitra Anaada:

Born and grew up in Talaud Islands, the northernmost, and one of the remotest, parts of Indonesia.

He earns living in Jakarta, the capital.

All posts are his own work, unless stated otherwise. For non-fictional piece, the opinions are strictly personal views.

He can be reached at julitra dot anaada at gmail.com.

Tweets

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 23 other followers


%d bloggers like this: