Perempuan Kenangan 5

Rury memandang beberapa remaja, kasak-kusuk, lewat di samping kiri meja keluarga muda itu. Tameng sempurna mengintip sang ibu yang tengah mengganti kaos putri kecilnya. Selesai, kepala sang bocah disisir dengan jemari lentiknya. Dicium lembut.  Tak tahan, Rury memalingkan muka sambil menarik nafas pelan-pelan. Sesak dada penuh sesal. Ayu suka anak kecil. Anak kecil suka Ayu, entah mengapa.

Rury menyeka mata dengan jemarinya. Ada cairan merembes di kedua telunjuknya.

Sekarang bukan saatnya untuk pergi. Jika ada kesempatan terbaik untuk memulai baru, kinilah waktunya. Hanya ketika ia berdamai dengan masa lalu, menerima semua yang terjadi, barulah proses penyembuhan akan mulai. Sanggupkah ia?

0 Responses to “Perempuan Kenangan 5”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Author

Julitra Anaada:

Born and grew up in Talaud Islands, the northernmost, and one of the remotest, parts of Indonesia.

He earns living in Jakarta, the capital.

All posts are his own work, unless stated otherwise. For non-fictional piece, the opinions are strictly personal views.

He can be reached at julitra dot anaada at gmail.com.

Tweets

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 23 other followers


%d bloggers like this: