Perempuan Kenangan 2

Meninggalkan mereka secepat mungkin merupakan pilihan tepat. Masalahnya, itu yang selalu dilakukannya.  Menghindar, tak siap berkonfrontasi dengan konflik, sampai Ayu mendapat jalan keluar sendiri.

Rury sedang meliput konferensi pers di lobby satu hotel berbintang, ketika ia melihat Ayu keluar dari lift, merangkul mesra pinggang seorang pria.

“Kukembalikan cincin ini kepadamu,” ia menunggu sehari meletuskan lahar membara dari dadanya.

Yang terlihat Ayu kebingungan. Atau sekedar berakting, makinya dalam hati. “Jangan pura-pura!” bentaknya. “Aku melihatmu dengan seorang pria di hotel, kemarin sore.”

“Kamu mencari alasan untuk kita putus,” Ayu menatap Rury laksana jaksa penuntut di ruang pengadilan. “Aku tak terima!” katanya berang.

0 Responses to “Perempuan Kenangan 2”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Author

Julitra Anaada:

Born and grew up in Talaud Islands, the northernmost, and one of the remotest, parts of Indonesia.

He earns living in Jakarta, the capital.

All posts are his own work, unless stated otherwise. For non-fictional piece, the opinions are strictly personal views.

He can be reached at julitra dot anaada at gmail.com.

Tweets

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 23 other followers


%d bloggers like this: