Archive for the '100-Word Stories (Indonesian)' Category

Perempuan Kenangan 8

Rury tak melihat semua penanda itu. Tapi fisik orang bisa berubah, pikirnya kurang yakin. Ayu, karena tidak suka dengan tahi lalat, dan juga pembuluh darah kecil di pipi, bisa saja menyingkirkan mereka dengan operasi plastik, khan?

Michael Jackson bahkan menyulap warna kulitnya. Apa yang tidak mungkin sekarang?

Rury menyerah dengan tatapan wanita itu. Ia mengalihkan pandangannya ke arah suami. Raut sang suami malah lebih sulit diterka, mungkin marah karena pria lain beraninya menatap istrinya seperti itu di hadapannya. Atau boleh jadi bangga.

Rury memandang suami-istri itu bolak-balik. Ia heran kenapa Ayu tidak mengenalinya. Atau, jangan-jangan, justru dia yang sudah berubah?

Perempuan Kenangan 7

Kesempatan jangan dibiarkan pergi. Rury melihat lagi perempuan yang ia percaya adalah Ayu. Ia menahan tatapannya sekian detik lebih lama. Sang wanita tahu dirinya tengah diperhatikan, balas menatap Rury. Rury enggan menebak: perempuan itu terganggu atau mempersilahkan Rury melakukannya bebas hambatan?

Sebelumnya, dari belakang, dari samping, tidak ada keraguan bahwa perempuan itu mantan tunangannya. Keyakinannya goyang sekarang. Meski potongan muka sama, wajah Ayu lebih terang; ada pembuluh darah halus mengakar di pipinya; juga tahi lalat seukuran ujung bolpen di pipi kanan, dekat hidung. Ia tahu benar karena Ayu tidak suka, padahal menurutnya dengan tanda lahir itu Ayu malah lebih manis.

Perempuan Kenangan 6

Seperti komitmen awal mereka, sebenarnya Rury yang menyatakan itu mula-mula, mengapa meneruskan hubungan jika cinta tak lagi hadir? Maka ketika Ayu membuat keputusan, senang tidak senang, ia harus terima. Meski keputusan itu disingkapkan dengan cara yang paling menyakitkan.

Mengapa sulit menerima kenyataan? Mengapa ia terjebak dalam murka karyanya sendiri? Rury sadar kini, setelah jatuh ia tak mesti tertimpa tangga pula. Untuk ini ia butuh maaf. Maaf untuk dirinya sendiri. Maaf bagi Ayu. Juga, yang paling penting, maaf dari Ayu karena mereka seharusnya berpisah baik-baik.

Berapa banyak waktu hilang sejak ia melempar cincin tunangan mereka? Sialan, dendam adalah perampok waktu, pikirnya.

Perempuan Kenangan 5

Rury memandang beberapa remaja, kasak-kusuk, lewat di samping kiri meja keluarga muda itu. Tameng sempurna mengintip sang ibu yang tengah mengganti kaos putri kecilnya. Selesai, kepala sang bocah disisir dengan jemari lentiknya. Dicium lembut.  Tak tahan, Rury memalingkan muka sambil menarik nafas pelan-pelan. Sesak dada penuh sesal. Ayu suka anak kecil. Anak kecil suka Ayu, entah mengapa.

Rury menyeka mata dengan jemarinya. Ada cairan merembes di kedua telunjuknya.

Sekarang bukan saatnya untuk pergi. Jika ada kesempatan terbaik untuk memulai baru, kinilah waktunya. Hanya ketika ia berdamai dengan masa lalu, menerima semua yang terjadi, barulah proses penyembuhan akan mulai. Sanggupkah ia?

Perempuan Kenangan 4

Ayu melihat Rury melempar cincin tunangan di atas meja.

“Hey, bukan begitu caranya!” teriaknya dari belakang Rury yang pergi tanpa ba-bi-bu.

Ia tak berhasil menemui Rury setelahnya. Berbagai upaya dikerahkan. Ia sadar tunangannya di bawah tekanan. Ia mendukung dengan macam cara, berharap Rury paham, dan menghargainya.

Menuduh ia selingkuh sudah kelewat batas.  Menolak menerima penjelasannya, tidak berbicara layaknya orang dewasa, menghabiskan cadangan kesabarannya.

Orang bilang kapal diuji ketika mengarungi samudra; Ayu tahu kini: cinta diuji ketika jalan tak lagi mulus.

Tapi ia punya hidup sendiri. Ia harus bergerak maju. Tanpa Rury. Sunyi dan menakutkan. Namun Ayu yakin ia pasti selamat.

Next Page »


Author

Julitra Anaada:

Born and grew up in Talaud Islands, the northernmost, and one of the remotest, part of Indonesia.

He earns living in Jakarta, the capital, unfortunately, not by writing stories.

All stories are his own work, unless stated otherwise. For non-fictional posts, the opinions are strictly personal views.

He can be reached at julitra at yahoo.com.

Tweets

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 8 other followers


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.