Entah mengapa perangkat radio portabel mini yang menyebabkan terjadinya komunikasi dua arah secara instan kapan, dan di mana saja, dipanggil dengan beragam sebutan di seputar dunia.
Orang Amerika menyebutnya cellular phone (ponsel); sedangkan orang Australia mobile phone (telpon bergerak). Orang Indonesia malah menyebutnya handphone (HP/hape, telpon tangan), meski kerap menyebut ponsel juga.
Berbeda dengan sistem komunikasi melalui kawat, sistem komunikasi ala sinyal radio memungkinkan penggunanya bergerak leluasa tak berbatas ruang. Jadi relasinya jelas disebut Komunikasi Bergerak. Tapi Komunikasi Selular?
Agar pengguna bisa bergerak bebas berkomunikasi ria dalam kota, maka harus dibangun banyak pemancar radio, yang disebut BTS (Base Transceiver Station). Untuk bisa melayani lebih banyak pelanggan, dan lebih fokus, BTS melakukan sektorisasi layanan. Sektorisasi ini juga disebut sel, karena secara ideal coverage-nya berbentuk sarang madu, heksagonal. Pelanggan dilayani dan diidentifikasi pada tingkat sel ini. Jelas alasannya orang Amerika menyebutnya ponsel.
Nah, mengapa orang Amerika menyebutnya ponsel, orang Australia mobile phone, tetapi orang kita handphone (hape)? Mungkin karena langsung terlihat di tangan. Masalahnya semua telpon dipegang, termasuk telpon rumah. Memang lebih umum tapi jelas tidak tepat sasaran.
*****